Thursday, April 26, 2018

Prosedur Permohonan Kredit Bank


Berasal dari bahasa latin credere, kredit diartikan sebagai kepercayaan. Arti itu pula yang menjadi dasar pemberian kredit dari pemberi kredit (bank) kepada debiturnya. Dalam perkembangannya, pemberian kredit memerhatikan beberapa faktor untuk melakukan manajemen risiko agar terhindar dari kredit macet.
Banyak kasus pengajuan kredit ditolak dan tidak sedikit jumlahnya yang mengalami penolakan. Banyak orang dibuat bingung kenapa kreditnya ditolak. Ditambah adanya ketentuan bahwa bank tidak punya kewajiban untuk menyampaikan alasan mengapa menolak untuk memberikan kredit.
Walaupun bank memiliki alasan yang berbeda-beda dalam menyetujui atau menolak permohonan kredit, sejatinya bank memiliki standar yang umumnya menjadi acuan. Permohonan kredit berupa aplikasi pengajuan yang masuk terlebih dahulu dianalisis credit analyst dengan berpedoman pada banyak ketentuan. Di credit analyst, nantinya keputusan disetujui atau ditolaknya permohonan kredit ditentukan.
Adapun prosedur pemberian kredit oleh badan hukum antara lain sebagai berikut:
a)    Pengajuan Proposal
b)    Penyelidikan Berkas Pinjaman
c)    Penilaian Kelayakan Kredit
d)    Wawamcara Pertama
e)    Peninjauan ke Lokasi
f)     Wawancara Kedua
g)    Keputusan Kredit
h)    Penandatanganan Akad Kredit atau Perjanjian Lainnya
i)      Realisasi Kredit.
Pengajuan Berkas-Berkas Pengajuan proposal kredit yang umum hendaklah berisi antara lain sebagai berikut:
a)    Latar belakang perusahaan
b)    Maksud dan tujuan
c)    Besarnya kredit dan jangka waktu
d)    Cara pengembalian kredit
e)    Jaminan kredit

Pelampiran proposal dengan berkas-berkas yang sudah dipersyaratkan seperti:
a)    Akte notaris
b)    Tanda daftar perusahaan (TDP)
c)    Nomor Pokok wajib Pajak (NPWP)
d)    Neraca dan laporan rugi laba 3 tahun terakhir
e)    Bukti diri dari pimpinan perusahaan
f)     Foto copy sertifikat jamina

1.    Pemeriksaan Berkas
Tujuaan pemeriksaan berkas ialah untuk mengetahui apakah berkas pinjaman yang diajukan sudah lengkap dan sudah benar sesuai dengan persyaratan. Apabila menurut pihak perbankan belum lengkap atau kurang cukup maka nasabah akan diminta untuk segera melengkapinya dan bila sampai batas waktu tertentu nasabah tidak sanggup untuk melengkapi kekurangannya, maka lebih baik permohonan kredit dibatalkan saja.
2.    Wawancara I
Wawancara 1 adalah penyelidikan kepada calon peminjam secara langsung berhadapan dengan calon peminjam.
3.    On the Spot
On the spot ialah kegiatan pemeriksaan ke lapangan dengan meninjau berbagai objek secara langsung yang akan dijadikan usaha maupun jaminan. Kemudian hasilnya akan dicocokkan dengan hasil wawancara I.
4.    Wawancara II
Wawancara II merupakan kegiatan perbaikan berkas, jika mungkin masih terdapat kekurangan pada saat setelah dilakukannya on the spot di lapangan.
5.    Penilaian dan Analisis Kebutuhan Kredit
Penilaian dan analisis kebutuhan kredit ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk menilai kebutuhan kredit yang sebenarnya.

6.    Keputusan Kredit
Keputusan kredit dalam hal ini ialah menentukan apakah kredit tersebut akan diberikan atau malah ditolak, apabila diterima maka akan dipersiapkan administrasinya. Biasanya meliputi hal berikut ini:
a.    Jumlah uang yang diterima
b.    Jangka waktu
c.     Biaya-biaya yang harus dibayar
7.    Penandatangan Akad Kredit atau Perjanjian Lainnya
Kegiatan ini adalah merupakan kelanjutan dari diputuskannya kredit, maka sebelum kredit tersebut dicairkan maka terlebih dahulu calon nasabah harus menandatangani akad kredit.
8.    Realisasi Kredit
Realisasi kredit akan diberikan setelah penandatanganan suratsurat yang dibutuhkan dengan membuka rekening giro atau tabungan di bank yang bersangkutan.
9.    Penyaluran atau Penarikan
Penyaluran atau penarikan ialah pencairan atau pengambilan uang dari rekening sebagai realisasi dari pemberian kredit serta bisa diambil sesuai ketentuan dan tujuan kredit, yakni sekaligus atau secara bertahap.
                                                              Flow chart proses kredit bank

Peranan perbankan terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia





Peranan perbankan terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia


Bank Indonesia merupakan salah satu badan terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Bank Indonesia merupakan badan keuangan tertinggi di bawah kementrian keuangan. Uang yang beredar di hidup kita, yang kita pakai untuk jual beli, itu semua yang menerbitkan adalah Bank Indonesia. Bank-bank yang kita temui sehari-hari seperti BRI, BNI, BCA dan lainnya itu semua ada di bawah naungan Bank Indonesia. Tidak hanya itu, stabilitas kebijakan moneter, kestabilan perekonomian negara ini juga ada di tangan Bank Indonesia. Tentu lembaga sebesar ini memiliki beberapa peranan penting bagi perekonomian Indonesia, antara lain :

1. Menjaga stabilitas moneter

Kestabilan moneter adalah tanggung jawab dari Bank Indonesia. Hal ini merupakan peranan paling vital karena stabilitas moneter memiliki ruang lingkup besar dan menyeluruh. Selain itu gangguan dari stabilitas moneter memiliki dampak besar dan dirasakan secara langsung atas beberapa aspek ekonomi, seperti inflasi, permintaan dan penawaran dan lain sebagainya. Maka dari itu Bank Indonesia di harap mampu menerapkan suatu kebijakan moneter yang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan memberikan sumbangsih lebih agar stabilitas moneter tercapai.

Untuk membuat kebijakan moneter bukan hal mudah karena jika kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat akan memfakumkan atau mematikan kegiatan perekonomian, begitu pula sebaliknya jika kebijakan moneternya terlalu longgar akan banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang tentu akan menimbulkan dampak negatif. Untuk itu Bank Indonesia menerapkan suatu kebijakan yang sering dikenal dengan inflation targeting framework yang di harap mampu menciptakan stabilitas moneter yang baik dan berimbang.

2. Menciptakan kinerja lembaga keuangan yang baik


Bank Indonesia memiliki peran vital yakni dalam upaya menciptakan suatu lemabaga keuangan dengan kerja baik dan sehat., khususnya pada perbankan. Kita tahu sendiri bahwa perbankan memiliki peranan penting juga menjadi salah satu bidang yang diminati oleh semua kalangan dalam kegiatan perekonomian. Tentu jika dalam bidang ini terjadi gangguan atau kesalahan maka akan menimbulkan dampak buruk berupa gangguan terhadap sistem keuangan sutu negara serta dapat mengganggu kestabilan perekonomian negara. Dalam mesnsiasati hal ini Bank Indonesia melakukan sebuah pengawasan dan regulasi.

Selain itu, sama halnya degan negara lain dimana mereka menerapkan disiplin pasar melalui pengawasan dan pembuatan kebijakan serta penegakan hukum. Karena upaya tersebut menunjukkan hasil yang baik yaitu penerapan disiplin pasar terbukti ammpu membuat stabilitas sistem keuangan menjadi kokoh dan kuat. Begitu juga dengan penegakan hukum yang mampu melindungi perbankan dan stakeholder serta mampu mendorong kepercayaan atas sistem keuangan suatu negara. Tidak hanya itu saja untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan Bank Indonesia menyusun sebuah rancangan berupa arsitektur perbankan Indonesia dan merencanakan penerapan implementasi Basel II.

3. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Berbicara tentang sistem pembayaran pasti akan kita temui masalah yang kompleks. Hal yang sering terjadi adalah gagal bayar pada salah satu pihak maka akan terjadi sebuah masalah terutama pada kelancaran sistem pembayaran. Untuk mengatasi hal tersebut serta menjaga kelncaran sistem pembayaran, Bank Indonesia menerapkan suatu mekanisme dan aturan yang mampu mnmegurangi resiko dalam sistem pembayaran yang cenderung meningkat.

Beberapa cara yang ditempuh oleh Bank Indonesia antara lain menerapkan suatu sistem pembayaran yang tersistem yang bersifat real time yang sering disebut dengan sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) yanag akan berimbas pada peningkatan keamanan dan kecepatan serta ketepatan sistem pembayaran. Selain itu Bank Indonesia juga rutin melakukan pengawasan dan melihat serta mengidentifikasi potensi resiko yang ada dalam sistem pembayaran.

4. Menjalankan riset dan pemantauan


Peran Bank Indonesia sangat penting dalam hal riset dan pemantuan, Bank Indonesia rutin mencari dan menggali segala informasi penting terutama yang mampu mengancam stabilitas keuangan negara. Peman tauan yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersifat macroprudential, melalui pemantauan tersebut Bank Indonesia bisa memantau dan memonitor kerentanan yang dimiliki oleh sektor keuangan serta mendeteksi dan mencari potensi yang tidak diduga yang biasanya berdampak pada stabilitas dari sistem keuangan negara.

5. Sebagai jaring pengamanan sistem keuangan.

Peran yang satu ini didapaat karena Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai Lender of the Last Resort (LoLR). Peran ini bisa digolongkan sebagai peran tradisonal Bank Indonesia sebagai Bank sentral. Peran ini memiliki dampak baik terutama pada pengelolaan krisis yang berguna untuk menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Peran ini meliputi penyediaan likuiditas pada saat kondisi normal maupun krisis. Dalam menjalankan peran ini Bank Indonesia selalu melakukan pertimbangan atas resiko sistemik dan menerapkan persyaratan yang ketat dalam upaya penyediaan likuiditas bagi pihak yang membutuhkan.

6. Menciptakan uang giral


Uang yang beredar di kehidupan kita, yang bisa kita gunakan untuk membeli suatu produk atau untuk transaksi lainnya. Perlu anda ketahui bahwa uang tersbut yaitu uang giral diciptakan dan dicetak oleh Bank Indonesia. Cara yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah dengan mengeluarkan uang giro seperti bilyet, giro dan cek. Dengan begitu uang bisa dicetak dan disebarluaskan kepada masyarakat. Untuk masalah pencetakan uang Bank Indonesia menyesuaiakan dengan situasi dan kondisi dalam masyarakat. Ketika sedang terjadi inflasi Bank Indonesia mengedarkan uang lebih banyak dari biasanya agar inflasi cepat selesai. Dan begitu pula sebaliknya ketika terjadi kondisi yang kurang kondusif maka uang yang diedarkan dikurangi jumlahnya.

7. Menjadi perantara keuangan


Peran yang tak kalah penting dari Bank Indonesia adalah sebagai perantara. Perantara yang dimaksud adalah menjadi jembatan antara dua pihak yang saling membutuhkan, yaitu diantara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki atau kelebihan dana. Dimana pihak yang mmebutuhkan dana bisa membuka lappangan atau peluanag usaha bagi dirinya sendiri, serta pihak yang memiliki modal akan mendapat investasi besar dan bagi hasil dengan pihak yang diberikan modal. Dalam hal ini Bank menyediakan sebuah program dimana mereka menerima simpanan dari masyarakat untuk disalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Kredit ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam upaya membuka usaha sendiri atau mandiri untuk memenuhi tujuan hidupnya.


8. Mengelola arus pembayaran dan pelayanan jasa-jasa seputar perbankan.


Dalam menjalankan peranan pengelolaan arus pembayaran dan pelayanan jasa-jasa perbankan dengan melakukan berbagai macam kegiatan yang pada dasarnya menyuport peran tersebut, diantaranya :


· Menghimpun dan mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa giro, deposito yang berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan bentuk lainnya yang sejenis dengan hal tersebut.


· Memberikan dan meminjami kredit bagi masyarakat kecil yang ingin memiliki usaha mandiri.


· Menerbitkan surat atau tanda bukti pengakuan hutang, baik hutang yang memiliki jangka waktu panjang maupun yang berjangka pendek.


· Memindahkan atau mengalihkan surat pengakuan hutang, baik yang digunakan untuk kepentingan sendiri atau kelompok yang disini diwakili oleh nasabah.


· Menyediakan pembiayaan bagi para nasabah yang didasrakan atas prinsip bagi hasil yang sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah.


· Melaksanakan dan penempatan atau pengalihan dana dari satu nasabah ke nasabah lain dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat atau tidak termasuk ke dalam bursa efek.


· Memberikan jasa-jasa perbankan lainnya kepada nasabah.

9. Memelihara cadangan devisa negara


Devisa negara merupakan salah satu aset penting yang dimiliki oleh sebuah negara. Semakin besar pemasukan atau devisa negara maka negara tersebut akan maju dan penuh dengan inovasi. Begitu juga sebaliknya jika devisa rendah maka kemajuan dan kemakmuran di negara tersebut sulit dicapai. Dalam hal ini Bank Indonesia berperan untuk memelihari cadangan devisa yang ada dengan menerapkan dua sistem, yaitu :


· Internal reserve: menangani jumlah peredaran uang yang ada di masyarakat.


· Eksternal reserve: menangani tentang alat pembayaran internasional.

10. Mengawasi bank


Bank Indonesia merupakan pemimpin diantara bank bank lainnya. Tentu peran bank Indonesia yang dipangku oleh lembaga ini adalah melakukan pengawasan terhadap bank bank di bawah naungannya. Ada dua cara pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, yaitu :


· Prudential supervision : pengawasan dengan tujuan untuk mengarahkan para individu- individu yang ada dalam bank tersebut mendapatkan penjagaan atas kelangsungan hidupnya sehingga kepentingan masyarakatpun bisa terlindungi.


· Monetary supervision : pengawasan terhadap nilai mata uang suatu negara sehingga bank tersebut bisa menjadi penopang kebijakan moneter maupun kebijakan pemerintah lainnya.

11. Sebagai bankir sekaligus agen dan penasehat pemerintah


Dalam peran sebagi bankir, hal-hal yang dilakukan oleh Bank Indonesia meliputi :


· Memberdayakan rekening pemerintahan


· Menyediakan dan memberikan pinjaman sementara bagi nasabah


· Memberikan dan menyediakan pinjaman khusus


· Melakukan transaksi yang terkait dengan jual beli valuta asing.


· Menerima pembayaran dari setiap pajak


· Menganalisis permasalahan ekonomi


Sedangkan dalam peran sebagai agen dan penasehat pemerintah menjalankan beberapa kegiatan antara lain :


· Mengelola dan mencari jalan keluar atas hutang nasional


· Menyediakan jasa pembayaran bunga yang timbul akibat hutang


· Menyediakan sarana dan infromasi mengenai keadaan pasar uang dan pasar modal.
Model Transaksi Perbankan


Model transaksi perbankan adalah sebagai berikut :
Transfer dana
− Informasi saldo, mutasi rekening
− Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon,handphone, listrik, asuransi)
− Pembelian (pulsa isi ulang)
Cara mendapatkan E-Banking yaitu telah memiliki rekening Tabungan atau Giro dapat mengajukan layanan E-Banking, yang meliputi internet banking, mobile banking, phone banking dan sms banking.
Layanan instant dan cepat untuk digunakan dan menghemat waktu dan biaya adalah sebagai berikut :
1. Internet Banking
Anda dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang
terhubung dengan jaringan internet bank.
2. Mobile Banking
Adalah layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone GSM (Global for Mobile Communication) dengan menggunakan SMS (Short Message Service).
3. Sms Banking
Adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone dengan menggunakan media SMS (short message service)
4. Phone Banking
Adalah layanan yang diberikan untuk kemudahan dalam mendapatkan informasi perbankan dan untuk melakukan transaksi finansial non-cash melalui telepon.

Lembaga Keuangan


Tentu setiap lembaga memiliki fungsi tersendiri dimana mereka memainkan perannya dalam kehidupan masyarakat. Namun sebelum membahas terlalu dalam mengenai fungsi lembaga keuangan alangkah baiknya kita mengetahui pengertian dari lembaga keuangan tersebut. Ada beberapa definisi dari lembaga keuangan, antara lain :


1. Menurut Kasmir


Lembaga keuangan sebagai wadah dari perusahaan yang bergerak di bidang keuangan untuk melaksanakan kegiatan berikut : hanya untuk menghimpun dana, hanya untuk menyalurkan dana ataupun bisa melakukan dua kegiatan sekaligus.


2. Menurut Ahmad Rohani


Lemabga keuangan merupakan salah satu badan usaha yang emmeiliki kekayaan berupa aset keuangan (financial aset) maupun aset non keuangan (non financial aset).


3. Menurut Dahlan Siamat


Hampir sama dengan ahli lain, Dahlan Siamat mendefinisikan lembaga keuangan sebagai sebuah badan usaha yang bergerak pada dunia keuangan dan menghasilkan input dan output berupa aset keuangan.


4. Undang-undang Republik Indonesia


Menurut undang-undang lembaga keuangan adalah sebuah badan yang melakukan kegiatan menarik dana-dana dari nasabah yang kemudian akan disalurkan kembali kepada nasabah lainnya, hal ini dijelaskan pada pasal 1 UU no 14 tahun 1967 tentang perbankan di Indonesia.


5. Keputusan SK Menteri Keuangan Republik Indonesia


Berbicara mengenai keuangan pasti kita akan menyinggung menteri keuangan pula. Menurut keputusan SK Menteri Keuangan Indonesia lembaga keuangan adalah setiap badan usaha yang bergerak dalam bidang keuangan dimana segala hal yang dilakukan berupa aktivitas penghimpunan dana serta penyaluran dana kepada masyarakat atau yang sering disebut dengan nasabah terutama untuk biaya investasi pembangunan.
Lembaga Keuangan Non Bank


Lembaga keuangan pada umumnya dibagi menjadi dua yakni lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank. Semua jenis ini memiliki fungsinya tersendiri. Untuk lembaga keuangan non Bank memiliki beberapa fungsi antara lain :


1. Menghimpun dana


Fungsi utama yang dimiliki oleh lembaga keuangan non Bank adalah menghimpun dana dari para nasabah dengan cara mengeluarkan surat-surat berharga. Hal ini dianggap efektif karena banyak pihak yang menginginkan menyimpan uang dalam bentuk non uang agar aman dan bisa berkembang. Dengan diadakannya penghimpunan dana ini diharapkan lembaga keuangan non Bank mampu memberikan sumbangsih bagi masyarakat.


2. Memberi kredit jangka menengah dan panjang


Fungsi kedua yang dimiliki oleh lembaga keuangan non Bank adalah memberikan kredit jangka menengah dan panjang. Kredit merupakan salah satu kegiatan yang tidak dipisahkan dalam dunia perekonomian terutama bagi kembaga keuangan. Kredit dibutuhkan oleh beberapa pihak yang ingin mengadakan perbaruan dan peningkatan bisnisnya. Jangka waktu kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan ini menengah dan panjang jadi benar-benar untuk pengembangan usaha.


3. Menjadi perantara bagi perusahaan perusahaan


Fungsi lain dari lembaga keuangan non Bank adalah menjadi perantara bagi perusahaan dan pihak peminjam modal atau yang menyediakan kredit baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan adanya lembaga keuangan ini maka perusahaan-[erusahaan yang membutuhkan modal akan terbantu dalam mencari sebuah modal atau dana melalui kredit.


4. Melaksanakan penyertaan modal


Lembaga keuangan non Bank memiliki fungsi sebagai pihak yang membantu perusahaan perusahaan dalam hal penjualan saham-saham yang mereka miliki dengan cara menyertakan modal yang ada di perusahaan dalam pasar modal sehingga pelung terbelinya saham juga cukup besar.


5. Mengadakan kegiatan usaha lain di bidang keuangan


Ketika semua fungsi pokok atau tugas sudah terlaksanakan, lembaga keuangan non Bank bisa melakukan kegiatan atau aktivitas lembaga keuangan lain tentunya dengan izin yang diberikan dari Menteri Keuangan.
Lembaga Keuangan Bank


Itulah beberapa fungsi yang dimiliki oleh lembaga keuangan non Bank. Selanjutnya kita akan membahas tentang fungsi yang dimiliki oleh lembaga keuangan Bank. Adapun fungsi tersebut antara lain :


1. Pengalihan aset


Salah satu fungsi yang dimiliki oleh lembaga keuangan adalah untuk pengalihan aset, aset yang dimaksud yakni aset-aset dalam bentuk suatu perjanjian pembayaran pinjaman. Untuk pembiayaan aset ini dana yang diambil adalah dari nasabah itu sendiri. dengan demikian bisa disebut bahwa lembaga keuangan hanya bertindak sebagai pihak yang mengalihkan atau memindahkan suatu kewajiban peminjaman dengan aset yang wajib dilunasi dalam jangka waktu tertentu. Pengalihan atau perpindahan ini sering disebut dengan istilah trasmutasi.


2. Likuiditas


Dalam hal ini likuiditas berhubungan dengan sebuah kemampuan untuk mendapatkan uang tunai pada saat dibutuhkan. Sektor usaha dan rumah tangga pada umumnya membeli beberapa sekuritas sekunder berupa tabungan, deposito, sertifikat deposito yang diterbitkan oleh Bank umum dengan tujuan likuiditas. Dengan begitu lembaga keuangan Bank menjebatani pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan likuiditas


3. Transaksi


Kehadiran lembaga keuangan bank mempermudah semua pihak untuk melaksanakan transaksi dalam segala usaha atau aktivitas ekonomi yang mereka lakukan. Berbagai produk yang diterbitkan oleh bank umum menjadi salah satu aset bagi beberapa pihak untuk melaksnakan transaksi seperti jual beli, asuransi dan lainnya. Pada dasarnya memang transaksi jenis apapun lebih mudah dilakukan oleh semua pihak dengan bantuan dari lembaga keuangan.


4. Realokasi pendapatan


Semua pihak menyadari baqhwa dalam bekerja pasti akan ada batasnya, tentu pendapatan akan berkurang dan berkurang pada saat waktunya ketika kita sudah menginjak usia lanjut. Bagi pihak yang menyadari hal tersebut mereka pasti akan emmikirkan bagimana tetap ada pemasukan yang stabil meskipun keadaan tidak memungkinkan dengan cara merealokasikan pendapatan mereka. Ada beberapa cara yang mereka lakukan untuk merealokasikan pendapatannya yakni dengan membeli atau menyimpan barang-barang seperti tanah, rumah, deposito, program pensiun, polis asuransi, dan program-program lain yang dikeluarkan dan disediakan oleh lembaga keuangan bank.


5. Memberikan jaminan


Ketika berhubungan dengan uang dan transaksi tentu kita memerlukan jaminan keamanan dari pihak yang bersangkutan. Salah satu fungsi yang dimiliki oleh lembaga keuangan adalah untuk memberikan jamiman hukum dan moral mengenai segala bentuk keamanan dana yang dimiliki oleh masyarakat (nasabah).


6. Mencetak uang


Fungsi lain yang dimiliki oleh lembaga keuangan bank adalah mencetak uang yang bisa gunakan untuk kegiatan perekonomian berupa transaksi. Dengan kehadiran uang kita akan lebih mudah mendapatkan apa yang kita inginkan karena uang rupiah yang dicetak oleh lembaga keuangan ini menjadi alat pembayaran yang sah


Dari penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa ada beberapa perbedaan antara lembaga keuangan Bank dan lembaga keuangan non Bank, antara lain :


1. Lembaga keuangan bank memiliki dan mampu melaksnakan segala bentuk dan jenis kegiatan perekonomian terutama di bidang keuangan, namun lembaga keuangan non bank hanya bisa melaksanakan salah satu kegiatan keuangan.


2. Dalam hal penghimpunan dana lembaga keuangan bank bisa melaksanakannya secara langsung dalam bentuk giro, deposito, tabungan dan lainnya. Sedangkan lembaga keuangan non bank tidak bisa secara langsung dalam hal penghimpunan dana nasabah atau masyarakat.


3. Lembaga keuangan bank bisa menciptakan dan mencetak uang giral untuk alat pembayaran yang sah sedangkan lembaga keuangan non bank tidak bisa melakukan hal semacam itu.

Tuesday, November 7, 2017

Teknik Pencegahan (SSL) Secures Socket Layer


A.Pengertian Secures Socket Layer (SSL)
Secure Sockets Layer atau yang disingkat SSL adalah sebuah protokol keamanan data yang digunakan untuk menjaga pengiriman data antara web server dan pengguna situs web tersebut. SSL umumnya sudah terinstall didalam mayoritas browser web yang ada (IE, Netscape, Firefox, dll), sehingga pengguna situs web dapat mengidentifikasi tingkat keamanan situs web tersebut yang menggunakan protokol keamanan SSL ini.

Browser web secara otomatis akan mencek apakah sertifikat SSL dan identitas situs web valid dan situs tersebut terdaftar pada otoritas sertifikasi (CA) SSL (cth. Verisign). Dengan demikian, SSL ini menjadi sangat penting terutama untuk situs web yang menjalankan transaksi online.
Koneksi SSL akan memproteksi informasi vital dengan meng-enkripsi informasi yang dikirim dan diterima antara pc pengguna situs dan web server, sehingga informasi yang berjalan tidak mungkin dapat diambil ditengah jalan dan dibaca isinya. Hal ini berarti pengguna tidak perlu ragu untuk mengirim informasi vital seperti nomor kartu kredit kepada situs web yang telah memasang SSL tersertifikat ini.
B. Cara Kerja Secures Socket Layer (SSL)
  • Seorang pelanggan masuk kedalam situs anda dan melakukan akses ke URL yang terproteksi (ditandai dengan awalan https atau dengan munculnya pesan dari browser).
  • Server anda akan memberitahukan secara otomatis kepada pelanggan tersebut mengenai sertifikat digital situs anda yang menyatakan bahwa situs anda telah tervalidasi sebagai situs yang menggunakan SSL.
  • Browser pelanggan akan mengacak “session key” dengan “public key” situs anda sehingga hanya situs anda yang akan dapat membaca semua transaksi yang terjadi antara browser pelanggan dengan situs anda.
  • Hal diatas semua terjadi dalam hitungan detik dan tidak memerlukan aktifitas apapun dari pelanggan.
C. Keuntungan Menggunakan SSL
Transaksi Bisnis ke Bisnis atau Bisnis ke Pelanggan yang tidak terbatas dan menambah tingkat kepercayaan pelanggan untuk melakukan transaksi online dari situs anda.

Cybercrime Hijacking Dan Contoh Kasus Indonesia

Cybercrime adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Terdapat banyak sekali jenis kejahatan yang masuk ke dalam cybercrime. Beberapa diantaranya pun pernah terjadi di Indonesia.

HIJACKING

Hijacking (pembajakan) adalah salah satu jenis cybercrime yang cara kerjanya dengan melakukan pembajakan pada hasil karya orang lain biasanya dilakukan dengan meniru cookies user lain agar dapat mengendalikan aktifitas user tersebut. Hijacking disini lebih ditekankan pada software hijacking atau software privacy.

Pengertian lainnya tentang hijacking adalah suatu kegiatan yang berusaha untuk memasuki (menyelinap) ke dalam sistem melalui sistem operasional lainnya yang dijalankan oleh seseorang (pelaku). Sistem ini dapat berupa server, jaringan/networking LAN/MAN situs web, software atau bahkan kombinasi dari beberapa sistem tersebut. Namun perbedaanya adalah Hijacker menggunakan bantuan software atau server robot untuk melakukan aksinya.Kejahatan hijacking dalam cybercrime termasuk jenis kejahatan “Offense against Intellectual Property”.

Tujuan Hijacking adalah sama dengan para cracker namun para hijacker melakukan lebih dari para cracker, selain mengambil data dan informasi pendukung lain, tidak jarang sistem yang dituju juga diambil alih, atau bahkan dirusak.


KASUS HIJACKING
KASUS PEMBAJAKAN WEBSITE PRESIDEN SBY 


TIMES.CO.ID, Jakatrta – Pelaku pembajak website presidensby.info milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhasil disergap tim penyidik Bareskrim Mabes Polri. Pelaku yang berhasil mengubah tampilan website tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya di Jember, Jawa Timur.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku berada di Jember, di dalam warnet yang sedang online, jadi langsung kita tangkap,” kata Direktur II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Polri, Brigjend Pol Arief Sulistyo di gedung PTIK, Jakarta, Selasa (29/1).

Dijelaskannya, pelaku yang bernama Wildan, 22, ditangkap pada Jumat lalu. Pelaku selama ini bekerja di bidang usaha penjualan sparepart komputer di CV Suryatama,Jember. “Pelaku belajar komputer secara otodidak dan motifnya iseng saja,” kata Arif. Ditambahkannya, untuk mengembangkan kasus tersebut, penyidk telah memeriksa lima saksi yang terkait dalam kasus tersebut.

“Lima saksi diperiksa, semua bukti-bukti di sita, termasuk dua CPU, dan pelaku sudah ditahan, di Rutan Bareskirim Polri,” kata Arief. Pelaku akan dojerat dengan pasal 22 huruf b UU 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dan pasal 30 ayat 1,2,3 junto pasal 32 ayat 1 UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

Seperti diketahui, website presidensby.info dirubah dengan cara ditampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas yang bertuliskan “Hacked by MJL007”. Sedangkan dibawahnya ditulis “Jemberhacker team” warna putih dan “This is a payback from member hacker team”.

Diatas adalah pemberitaan tentang penangkapan seorang pembajak situs resmi presiden SBY (presidensby.info). Situs ini dibajak pada

9 Januari 2013 dan pembajak resmi ditangkap pada 25 Januari 2013. Pembajak situs presidensby.info diketahui bernama Wildan (22 tahun). Pelaku selama ini bekerja di bidang usaha penjualan sparepart komputer di CV Suryatama,Jember. Diketahui pelaku belajar komputer secara otodidak dan hanya bermotif “iseng saja”.

Kasus ini merupakan contoh kasus Hijacking. Pelaku menerobos masuk ke situs ini, mengambil alih situs ini beberapa saat dan melakukan perubahan dalam situs ini. Memang dalam pengertiannya, Hijacking menjurus pada sebuah pembajakan yang begitu jahat sampai pada titik pencurian informasi atau merusak sebuah sistem. Tapi disini disampaikan pelaku berhasil masuk ke database situs ini. Jadi bisa jadi pelaku bisa saja mengambil berbagai macam informasi penting atau benar-benar merusak konten-konten disitus ini.


PENCEGAHAN HIJACKING

1. Penggunaan nomor panjang acak atau string sebagai kunci sesi (session key). Hal ini mengurangi risiko bahwa penyerang hanya bisa menebak kunci sesi yang valid melalui trial and error atau serangan kekerasan. Regenerasi id session setelah berhasil login. Hal ini untuk mencegah sesi fiksasi karena penyerang tidak mengetahui id sesi pengguna setelah setelah ia telah login

2. Beberapa layanan melakukan pemeriksaan sekunder terhadap identitas pengguna. Sebagai contoh, server web bisa memeriksa dengan setiap permintaan yang dibuat bahwa alamat IP pengguna cocok dengan yang terakhir digunakan selama sesi tersebut. Ini tidak mencegah serangan oleh seseorang yang berbagi alamat IP yang sama, bagaimanapun, dan bisa membuat frustasi bagi pengguna yang alamat IP bertanggung jawab untuk mengubah selama sesi browsing.

3. Atau, beberapa layanan akan mengubah nilai cookie dengan setiap permintaan. Hal ini secara dramatis mengurangi jendela di mana seorang penyerang dapat beroperasi dan memudahkan untuk mengidentifikasi apakah serangan telah terjadi, tetapi dapat menyebabkan masalah teknis lainnya (misalnya, dua sah, waktunya erat permintaan dari klien yang sama dapat menyebabkan cek tanda kesalahan pada server).

4. Pengguna juga mungkin ingin log out dari situs web setiap kali mereka selesai menggunakan mereka.Namun ini tidak akan melindungi terhadap serangan seperti Firesheep.

Rahasia Dagang HAKI dan Contoh Kasusnya

A.Pengertian Rahasia Dagang
    Rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/ atau bisnis dimana mempunyai nilai ekonomis karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang.
Seperti yang disebutkan dalam Pasal 1 Undang-Undang Rahasia Dagang (Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000) yang berbunyi, Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.
    Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang teknologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat umum.
Rahasia dagang mendapat perlindungan apabila informasi itu:
•    Bersifat rahasia hanya diketahui oleh pihak tertentu bukan secara umum oleh masyarakat,
•    Memiliki nilai ekonomi apabila dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan atau usaha yg bersifat komersial atau dapat meningkatkan keuntungan ekonomi,
•    Dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut.
    Pemilik rahasia dagang dapat memberikan lisensi bagi pihak lain. Yang dimaksud dengan lisensi adalah izin yang diberikan kepada pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pada pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu rahasia dagang yang diberikan perlindungan pada jangka waktu tertentu dan syarat tertentu.
Tidak dianggap sebagai pelanggaran rahasia dagang apabila:
•    Mengungkap untuk kepentingan hankam, kesehatan, atau keselamatan masyarakat,
•    Rekayasa ulang atas produk yang dihasilkan oleh penggunaan rahasia dagan milik orang lain yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan pengembangan lebih lanjut produk yang bersangkutan.

B.Perkembangan Pengaturan Rahasia Dagang
    Pengaturan tentang rahasia dagang di Indonesia masih baru. Dasar dari pengaturan ini adalah diratifikasinya Agreement Establishing the World Trade Organization (persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagang Dunia atau WTO)  yang mencakup juga Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) dengan Undang-Undang  No. 7 Tahun 1994 sehingga perlu diatur tentang rahasia dagang. Di Indonesia rahasia dagang diatur pertama kali melalui Undang-Undang No. 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang. Pada awalnya perlindungan hukum menyangkut segala bentuk praktek-praktek persaingan tidak sehat telah diatur oleh rambu-rambu dan norma-norma pada Pasal 1365 KUHPerdata  dan  Pasal 382 bis KUHP.
    Namun kemudian menjadi masalah setelah tentang hal itu dikemas sebagai produk kekayaan intelektual.  Ini berarti konsep unfair competition sebagai hukum yang bersifat umum lebih dipersempit atau difokuskan kepada  hukum yang melindungi adanya praktek curang bermotif komersial. Kebuthan itu diformulasikan dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang. Secara umum dapat dikatakan bahwa undang-undang rahasia dagang ini juga melengkapi Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

C.Lingkup Rahasia Dagang
    a.   Subyek Rahasia dagang adalah pemilik rahasia dagang. Pemilik rahasia dagang memiliki hak untuk :
1)   Menggunakan sendiri Rahasia Dagang yang dimilikinya;
2)   Memberi lisensi kepada pihak lain atau melarang pihak lain untuk menggunakan Rahasia Dagang atau mengungkapkan Rahasia Dagang itu kepada pihak ketiga untuk kepentingan yang bersifat komersial.
    b.  Obyek ruang lingkup rahasia dagang menurut undang-undang No. 30 Tahun 2000 Pasal 2 meliputi metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan atau informasi lain di bidang tekhnologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat umum. Misalnya Coca-cola menggunakan rahasia dagang yaitu informasi teknik senyawa untuk melindungi formulanya, bukan paten. Hal ini untuk menghindari adanya batas waktu. Kalau formula dilindungi hak paten maka, akan berakhir paling lama 20 tahun.  Pada saat ini usia Coca Cola sudah lebih dari 100 tahun, hak ini karena formulanya  dilindungi dengan rahasia dagang.  Metode produksi misalnya teknologi pemrosesan anggur, formula ramuan rokok. Di bidang lain, misalnya informasi non teknik. Data mengenai pelanggan, data analisis, administasi keuangan, dll.
    c. Lama Perlindungan
 Beberapa alasan/keuntungan penerapan Rahasia Dagang dibandingkan Paten adalah karya intelektual tidak memenuhi persyaratan paten, masa perlindungan yang tidak terbatas, proses perlindungan tidak serumit dan semahal paten, lingkup dan perlindungan geografis lebih luas.Namun, tanpa batas waktu ini mempunyai syarat yaitu  sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 yaitu bahwa rahasia dagang dilindungi bila informasi tersebut masih bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi, dan dijaga kerahasiaannya melalui upaya semestinya. Ketiga syarat yang harus dipenuhi itu dapat diuraikan sebagai berikut.
a)   Bersifat rahasia  apabila informasi itu hanya diketahui oleh orang-orang terbatas.
b)   Informasi mempunyai nilai ekonomi apabila sifat kerahasiaan informasi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau bisnis yang komersial atau mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya.
c) dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak.

    D.Pelanggaran dan Sanksi
Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan dan mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkari kesepakatan atau mengingkari kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia Dagang yang bersangkutan, atau pihak lain yang memperoleh/menguasai Rahasia Dagang tersebut dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

    E.Prosedur Perlindungan
Untuk mendapat perlindungan Rahasia Dagang tidak perlu diajukan pendaftaran (berlangsung secara otomatis), karena undang-undang secara langsung melindungi Rahasia Dagang tersebut apabila informasi tersebut bersifat rahasia, bernilai ekonomis dan dijaga kerahasiaannya, kecuali untuk lisensi Rahasia Dagang yang diberikan.  Lisensi Rahasia Dagang harus dicatatkan ke Ditjen. HKI - DepkumHAM.

    F.Pengalihan Hak dan Lisensi
Hak atas Rahasia Dagang seperti hak atas kekayaan intelektual yang lain, merupakan benda bergerak tidak berwujud oleh karenanya dapat beralih atau dialihkan dengan :
a.      Pewarisan
b.      Hibah
c.       Wasiat
d.      Perjanjian tertulis atau
e.      Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan
Pengalihan Hak Rahasia Dagang wajib didaftarkan pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang Hak Rahasia Dagang kepada pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pada pembelian hak (izin) untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu rahasia dagang yang diberi perlindungan dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu. Perjanjian pemberian lisensi/izin pada pihak lain untuk mempergunakan Rahasia Dagang atau mengungkapkan Rahasia Dagang itu untuk kepentingan yang bersifat komersial harus dibuat secara tertulis dan didaftarkan/dicatatkan pada Direktorat Jenderal HKI. Perjanjian lisensi dilarang memuat ketentuan yang dapat merugikan perekonomian di Indonesia atau yang mengakibatkan persaingan usaha tidak   sehat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

     G.Pendaftaran Permohonan Rahasia Dagang
Hak kepemilikan rahasia dagang tidak perlu melalui prosedur pendaftaran. Kecuali pengalihan haknya.

    H.Litigasi dan Penyelesaian Sengketa Rahasia Dagang  
      Pemilik Hak Rahasia Dagang atau penerima lisensi dapat menggugat siapa saja yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana diatur pada Pasal 4 yaitu menggunakan  rahasia dagang dan atau memberi lisensi kepada orang lain, atau mengungkapkan rahasia dagang kepada pihak ketiga untuk kepentingan komersial dengan gugatan ganti rugi dan atau minta penghentian tindakan yang dilakukan sesuai Pasal 4.
Gugatan ini diajukan ke Pengadilan Negeri, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimum 2 tahun penjara dan atau denda maksimum Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).  Tindak pidana Rahasia Dagang merupakan delik aduan. **

Contoh kasus

    Hitachi Digugat Soal Rahasia Dagang
Bisnis Indonesia, Suwantin Oemar, 21 Oktober 2008
JAKARTA: PT Basuki Pratama Engineering mengajukan gugatan ganti rugi melalui Pengadilan Negeri Bekasi terhadap PT Hitachi Constructuin Machinery Indonesia sekitar Rp127 miliar, karena diduga melanggar rahasia dagang.
    Selain PT Hitachi Construction Machinery Indonesia HCMI, pihak lain yang dijadikan sebagai tergugat dalam kasus itu adalah Shuji Sohma, dalam kapasitas sebagai mantan Dirut PT HCMI. Tergugat lainnya adalah Gunawan Setiadi Martono tergugat III, Calvin Jonathan Barus tergugat IV, Faozan tergugat V,Yoshapat Widiastanto tergugat VI, Agus Riyanto tergugat VII, Aries Sasangka Adi tergugat VIII, Muhammad Syukri tergugat IX, dan Roland Pakpahan tergugat X.
Insan Budi Maulana, kuasa hukum PT Basuki Pratama Engineering BPE, mengatakan sidang lanjutan dijadwalkan pada 28 November dengan agenda penetapan hakim mediasi. Menurut Insan, gugatan itu dilakukan sehubungan dengan pelanggaran rahasia dagang penggunaan metode produksi dan atau metode penjualan mesin boiler secara tanpa hak.
PT BPE bergerak dalam bidang produksi mesin-mesin industri, dengan produksi awal mesin pengering kayu.
    Penggugat, katanya, adalah pemilik dan pemegang hak atas rahasia dagang metode produksi dan metode penjualan mesin boiler di Indonesia "Metode proses produksi itu sifatnya rahasia perusahaan," katanya.
Dia menjelaskan bahwa tergugat IV sampai dengan tergugat X adalah bekas karyawan PT BPE, tetapi ternyata sejak para tergugat tidak bekerja lagi di perusahaan, mereka telah bekerja di perusahaan tergugat PT HCMI.
    Tergugat, katanya, sekitar tiga sampai dengan lima tahun lalu mulai memproduksi mesin boiler dan menggunakan metode produksi dan metode penjualan milik penggugat yang selama ini menjadi rahasia dagang PT BPE.
PT BPE, menurutnya, sangat keberatan dengan tindakan tergugat I baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama memproduksi mesin boiler dengan menggunakan metode produksi dan metode penjualan mesin boiler penggugat secara tanpa izin dan tanpa hak.
    
Bayar ganti rugi
    "Para tergugat wajib membayar ganti rugi immateriil dan materiil sekitar Rp127 miliar atas pelanggaran rahasia dagang mesin boiler".
Sebelumnya, PT BPE juga menggugat PT HCMI melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam kasus pelanggaran desain industri mesin boiler. Gugatan PT BPE itu dikabulkan oleh majelis hakim Namun, PT HCMI diketahui mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Sementara itu, kuasa hukum PT HCMI, Otto Hasibuan, mengatakan pengajuan gugatan pelanggaran rahasia dagang oleh PT BPE terhadap mantan-mantan karyawannya dan PT HCMI pada prinsipnya sama dengan pengaduan ataupun gugatan BPE sebelumnya.
    Gugatan itu, menurut Otto Hasibuan, dalam pernyataannya yang diterima Bisnis, dilandasi oleh tuduhan BPE terhadap mantan karyawannya bahwa mereka telah mencuri rahasia dagang berupa metode produksi dan metode penjualan mesin boiler.
Padahal, ujarnya, mantan karyawan BPE yang memilih untuk pindah kerja hanya bermaksud untuk mencari dan mendapatkan penghidupan yang layak dan ketenteraman dalam bekerja, dan sama sekali tidak melakukan pelanggaran rahasia dagang ataupun peraturan perusahaan BPE. Bahkan, menurutnya, karyawan itu telah banyak memberikan kontribusi terhadap BPE dalam mendesain mesin boiler.
    Dia menjelaskan konstitusi dan hukum Indonesia, khususnya UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, telah memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi pekerja, termasuk hak untuk pindah kerja.HCMI optimistis gugatan BPE tersebut tidak berdasar "HCMI percaya majelis hakim akan bersikap objektif, sehingg gugatan BPE tersebut akan ditolak," ujarnya

Sunday, October 8, 2017

10 perintah etika di komputer

  1. Tidak menggunakan komputer untuk membahayakan orang lain.
    Dalam menggunakan komputer, kita tidak boleh menggunakan untuk membahayakan atau menyakiti orang lain, contohnya seperti membuat berita yang isi kontennya mengejek atau menjelek-jelekan orang.
  2. Tidak mengganggu pekerjaan komputer orang lain.
  3. Tidak melihat-lihat di dalam komputer orang lain.
    Saat kita sudah diberi izin untuk memakai komputer orang lain, kita harus tetap menjaga privasi seseorang dengan tidak melihat-lihat berkas di dalam komputer diluar dari penggunaan yang diizinkan, karena mungkin saja ada  beberapa data yang sifatnya privasi.
  4. Tidak menggunakan komputer untuk mencuri.
    Berbagai hal dapat dilakukan dengan komputer, penggunaan yang baik dapat membantu kita menyelesaikan tugas dengan cepat. Tapi jika kita menyalahgunakan komputer seperti membuat software – software yang tidak baik seperti mengambil data, membobol keamanan dan lain-lain. Hal itu akan berdampak merugikan orang lain, dan itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan.
  5. Tdak menggunakan komputer untuk membuat kebohongan.
  6. Tidak menggandakan atau memakai aplikasi berbayar yang tidak anda beli. Pembajakan software sering terjadi karena alasan kebutuhan. Software gratis adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan atau dengan cara membeli software yang berbayar sebagai salah satu bentuk menghargai karya orang lain.
  7. TIdak menggunakan komputer orang lain tanpa izin.
    Sebelum menggunakan komputer orang lain, kita harus meminta izin kepada orang yang memilikinya.
  8. Tidak mengambil hasil intelektual orang lain.
    Tidak mengakui (klaim) hasil karya orang lain, karena kita harus menghargai usaha yang telah orang lain lakukan. Jika ingin menggunakan tulisan atau kutipan dari orang lain, sebaiknya kita mencantumkan sumber aslinya, hal itu salah satu bentuk menghargai hasil karya orang lain.
  9. Memikirkan dampak sosial dari program yang anda buat atau sistem yang dibuat.
  10. Selalu menggunakan komputer dengan menjamin pertimbangan dan rasa hormat sesama pengguna.
Reference : http://computerethicsinstitute.org/images/TheTenCommandmentsOfComputerEthics.pdf